Liputan6.com, Jakarta: Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menggelar rekonstruksi pembuatan paspor tersangka Hisyam alias Umar Patek dan istrinya, Ruqayyah, di Kantor Imigrasi Jakarta Timur, baru-baru ini. Umar dan istrinya diketahui menggunakan identitas palsu guna mempermudah pembuatan paspor.
Sejumlah kendaraan terlihat memasuki Kantor Imigrasi Jakarta Timur ketika aktivitas kantor berkahir. Hal itu sengaja dilakukan Tim Densus 88 Antiteror untuk menghindari perhatian publik.
Dalam rekonstruksi itu, Tim Densus 88 menghadirkan Umar Patek, buronan sejumlah negara terkait kasus terorisme. Tubuh kecil Umar Patek nyaris tak terlihat, mengingat ketatnya pengawalan Tim Densus 88.
Selain Umar Patek, Ruqayyah dan seorang rekannya, Hary Kuncoro, juga ikut menjalani proses rekonstruksi pembuatan paspor. Rekonstruksi ini penting guna mencari jejak dokumen serta bukti kebenaran tersangka meninggalkan Indonesia menuju Pakistan.
Umar Patek menggunakan paspor bernama Anis Alawi Jafar. Hal ini dikarenakan tersangka juga menggunakan KTP dan Kartu Keluarga palsu untuk mengelabui petugas. Begitu pula istri tersangka, yang menggunakan nama palsu Fatimah Zarra Anis.
Kendati demikian, tak banyak yang disampaikan Umar Patek usai menjalani rekonstruksi. Sejauh ini, Densus 88 masih memburu seorang calo yang diyakini berperan besar dalam membantu pembuatan paspor Umar Patek.(ADI/ULF)
sumber : yahoo.com
Selasa, 11 Oktober 2011
Sakit Gigi Sebabkan Kematian
Kyle Willis, seorang laki-laki berumur 24 tahun dari Ohio, Amerika, meninggal dunia karena infeksi gigi. Menurut stasiun TV WLWT, gigi geraham Kyle mulai sakit dua minggu sebelumnya, dan dokter gigi menganjurkan untuk dicabut. Tapi, Kyle adalah seorang single father tanpa asuransi kesehatan (di Amerika sulit dan mahal untuk melakukan beberapa prosedur kesehatan tanpa asuransi). Sakit yang dirasakan Kyle kemudian merambat ke kepala dan bengkak di bagian wajah, yang membuat dia memutuskan untuk ke Unit Gawat Darurat. Di sana dokter menganjurkan Kyle untuk menebus resep antibiotik dan pain killer, tapi dia hanya sanggup untuk membayar satu jenis obat saja dan yang dipilih adalah penghilang rasa sakit. Rasa sakitnya memang menghilang, tapi infeksinya terus menjalar – dan akhirnya menyerang otak dan menyebabkan otak Kyle membengkak.
Dr. Irvin Silverstein seorang dokter gigi dari Universitas California mengatakan kalau apa yang dialami Kyle bukan hal yang jarang terjadi. “Orang jarang menyadari kalau penyakit gigi bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Masalahnya bukan hanya pada penampilan. Banyak orang yang pada akhirnya meninggal karena penyakit gigi. Dan ironisnya, penyakit gigi adalah jenis yang paling bisa disembuhkan bahkan dihindari.”
So, Fimelova, jangan pernah meremehkan sakit gigi. Serta jangan lupa melakukan perawatan gigi secara teratur, minimal setiap 6 bulan sekali.
sumber : yahoo.com
Dr. Irvin Silverstein seorang dokter gigi dari Universitas California mengatakan kalau apa yang dialami Kyle bukan hal yang jarang terjadi. “Orang jarang menyadari kalau penyakit gigi bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Masalahnya bukan hanya pada penampilan. Banyak orang yang pada akhirnya meninggal karena penyakit gigi. Dan ironisnya, penyakit gigi adalah jenis yang paling bisa disembuhkan bahkan dihindari.”
So, Fimelova, jangan pernah meremehkan sakit gigi. Serta jangan lupa melakukan perawatan gigi secara teratur, minimal setiap 6 bulan sekali.
sumber : yahoo.com
Kulit Gatal dan Mata Kedutan Itu Tanda Stres
paknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.
* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.
sumber yahoo.com
* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.
sumber yahoo.com
Senin, 03 Oktober 2011
Akhir Oktober, MoU Rusia-Kaltim Soal Jaringan Rel Kereta Api
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA-- Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim memperkirakan akhir Oktober 2011 dilakukan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan Rel Kereta Api (KA) antara Kaltim dan Rusia.
"Saat ini pengusaha asal Rusia itu masih melakukan pendekatan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait, tanggal 4 besok mereka akan balik ke Rusia, setelah itu ke Kalimantang Tengah, terus kembali lagi ke Kaltim," ujar Kepala BPPMD Kalimantan Timur (Kaltim) M Yadi Sabiyanoor di Samarinda, Senin.
Menurut Yadi, pengusaha asal Rusia, Andrey Shigaev, sangat serius untuk membangun rel KA di Kaltim. Dan untuk menyatakan keseriusannya itu, Andrey yang merupakan Direktur Kalimantan Rail itu beberapa hari lalu telah menghadap Gubernur Kaltim dan sejumlah kepala dinas terkait.
Saat itu Andrey mempersentasikan beberapa program dan rencana investasinya, yakni membutuhkan lahan sekitar 2.000 hektare dengan panjang lintasan kereta api sekitar 285 kilometer. Lintasan rel KA tersebut pembangunannya akan dimulai dari Balikpapan yang kemudian melintasi di Kabupaten Kutai Kartanegara - Kutai Barat hingga tembus ke Kalimantan Tengah yang melintasi Murung Raya dan Barito Utara.
Kereta api yang dibangun Kalimantan Rail dalam jangka pendek akan digunakan untuk mengangkut batubara dan hasil bumi di Kaltim, sedangkan dalam jangka panjang akan digunakan untuk angkutan orang, barang dan jasa.
Kaltim akan mendapat banyak keuntungan ganda dari pembangunan rel tersebut jika terwujud, karena Kalimantan Rail juga akan membangun sea port coal terminal dan coal power plant.
Soal pelaksanaan pembangunan yang kemungkinan akan bersinggungan dengan permasalahan lingkungan, setiap pembangunan infrastruktur harus dilengkapi proses Analisis Manajemen Dampak Lingkungan (Amdal) sehingga tidak merusak lingkungan.
sumber : yahoo.com
"Saat ini pengusaha asal Rusia itu masih melakukan pendekatan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait, tanggal 4 besok mereka akan balik ke Rusia, setelah itu ke Kalimantang Tengah, terus kembali lagi ke Kaltim," ujar Kepala BPPMD Kalimantan Timur (Kaltim) M Yadi Sabiyanoor di Samarinda, Senin.
Menurut Yadi, pengusaha asal Rusia, Andrey Shigaev, sangat serius untuk membangun rel KA di Kaltim. Dan untuk menyatakan keseriusannya itu, Andrey yang merupakan Direktur Kalimantan Rail itu beberapa hari lalu telah menghadap Gubernur Kaltim dan sejumlah kepala dinas terkait.
Saat itu Andrey mempersentasikan beberapa program dan rencana investasinya, yakni membutuhkan lahan sekitar 2.000 hektare dengan panjang lintasan kereta api sekitar 285 kilometer. Lintasan rel KA tersebut pembangunannya akan dimulai dari Balikpapan yang kemudian melintasi di Kabupaten Kutai Kartanegara - Kutai Barat hingga tembus ke Kalimantan Tengah yang melintasi Murung Raya dan Barito Utara.
Kereta api yang dibangun Kalimantan Rail dalam jangka pendek akan digunakan untuk mengangkut batubara dan hasil bumi di Kaltim, sedangkan dalam jangka panjang akan digunakan untuk angkutan orang, barang dan jasa.
Kaltim akan mendapat banyak keuntungan ganda dari pembangunan rel tersebut jika terwujud, karena Kalimantan Rail juga akan membangun sea port coal terminal dan coal power plant.
Soal pelaksanaan pembangunan yang kemungkinan akan bersinggungan dengan permasalahan lingkungan, setiap pembangunan infrastruktur harus dilengkapi proses Analisis Manajemen Dampak Lingkungan (Amdal) sehingga tidak merusak lingkungan.
sumber : yahoo.com
Belasan Wanita Cantik Jadi Pendukung Banggar Sambangi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan tamu para wanita cantik. Memakai kaos ketat berwarna putih dan celana jeans pendek yang juga ketat, 13 wanita ini mengaku sebagai Srikandi Anti Korupsi. Sebagian mereka memakai kacamata hitam.
Kedatangan para wanita cantik berbaju dan celana senada ini pun menarik perhatian awak media dan pegawai di lingkungan KPK.
Sementara para wanita ini mengaku tulus datang ke Gedung KPK, untuk mendukung dua pimpinan Badan Anggaran (Banggar) menjalani pemeriksaan. "Kita nggak dibayar," ujar Winda, satu dari 13 wanita-wanita itu, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Sayangnya, ke-13 wanita-wanita cantik itu tampak tak mengerti ihwal Banggar diperiksa KPK hari ini. Membawa spanduk bertuliskan "I Love Banggar", "Jangan fitnah Banggar" dan "Berantas Korupsi yes Fitnah Non"
Mereka hanya berdiri bak model di pelataran Gedung KPK sembari membentangkan spanduk yang mereka dan tersenyum-senyum ke arah kamera wartawan.
Sebagian di antara mereka yang tak membawa spanduk hanya menggenggami beberapa bunga mawar putih dan merah. "Saya nggak bisa bicara banyak mas. Saya hanya menyampaikan aspirasi (jangan fitnah Banggar)," kata Merry, wanita cantik lainnya.
Para wanita cantik ini hanya sekitar 15 menit bergaya bak model di pelatan KPK. Puas difoto dan mengumbar senyum, mereka pun meninggalkan pelataran Gedung KPK untuk lalu membagi-bagikan bungan mawar yang mereka bawa ke pengguna jalan yang melintas di depan Gedung KPK.
Sebagian dari bunga-bunga itu juga ada yang dibagikan kepada awak media. Di sisi lain, beberapa pekerja media memanfaatkan moment ini untuk berfoto-foto dengan satu dan dua wanita cantik ini.
Kedatangan para wanita cantik ini hanya berselang sejam setelah Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung tiba memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.
sumber : yahoo.com
Kedatangan para wanita cantik berbaju dan celana senada ini pun menarik perhatian awak media dan pegawai di lingkungan KPK.
Sementara para wanita ini mengaku tulus datang ke Gedung KPK, untuk mendukung dua pimpinan Badan Anggaran (Banggar) menjalani pemeriksaan. "Kita nggak dibayar," ujar Winda, satu dari 13 wanita-wanita itu, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Sayangnya, ke-13 wanita-wanita cantik itu tampak tak mengerti ihwal Banggar diperiksa KPK hari ini. Membawa spanduk bertuliskan "I Love Banggar", "Jangan fitnah Banggar" dan "Berantas Korupsi yes Fitnah Non"
Mereka hanya berdiri bak model di pelataran Gedung KPK sembari membentangkan spanduk yang mereka dan tersenyum-senyum ke arah kamera wartawan.
Sebagian di antara mereka yang tak membawa spanduk hanya menggenggami beberapa bunga mawar putih dan merah. "Saya nggak bisa bicara banyak mas. Saya hanya menyampaikan aspirasi (jangan fitnah Banggar)," kata Merry, wanita cantik lainnya.
Para wanita cantik ini hanya sekitar 15 menit bergaya bak model di pelatan KPK. Puas difoto dan mengumbar senyum, mereka pun meninggalkan pelataran Gedung KPK untuk lalu membagi-bagikan bungan mawar yang mereka bawa ke pengguna jalan yang melintas di depan Gedung KPK.
Sebagian dari bunga-bunga itu juga ada yang dibagikan kepada awak media. Di sisi lain, beberapa pekerja media memanfaatkan moment ini untuk berfoto-foto dengan satu dan dua wanita cantik ini.
Kedatangan para wanita cantik ini hanya berselang sejam setelah Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung tiba memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.
sumber : yahoo.com
Kamis, 29 September 2011
Gadis Cantik Bagikan Bunga di Sidang Antasari
Liputan6.com, Jakarta: Ada yang tak biasa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Enam gadis cantik dari Gerakan Pemuda Antikorupsi membagi-bagikan bunga kepada pengunjung sidang peninjauan kembali (PK) mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar, Kamis (29/9).
Gadis-gadis yang berpostur tubuh mirip Rani Juliani tersebut mengenakan kaos bertuliskan Bebaskan Antasari Azhar. Mereka juga membagikan bunga mawar merah, satu buket bunga mawar putih dan crisen kepada aparat polisi yang tengah berjaga dalam persidangan tersebut.
Sidang PK kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen Iskandar kali ini beragendakan mendengarkan kesaksian dari pihak Rumah Sakit (RS) Mayapada dan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto [baca: Sidang PK Antasari Hadirkan Saksi Paramedis].
Para pendukung Antasari dengan berpakaian gamis bersama berbagai elemen masyarakat lainnya telah berkumpul di ruang sidang utama Oemar Seno Adji tempat terpidana 18 tahun tersebut menjalani sidang PK.(APY/ANS)
sumber : yahoo.com
Gadis-gadis yang berpostur tubuh mirip Rani Juliani tersebut mengenakan kaos bertuliskan Bebaskan Antasari Azhar. Mereka juga membagikan bunga mawar merah, satu buket bunga mawar putih dan crisen kepada aparat polisi yang tengah berjaga dalam persidangan tersebut.
Sidang PK kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen Iskandar kali ini beragendakan mendengarkan kesaksian dari pihak Rumah Sakit (RS) Mayapada dan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto [baca: Sidang PK Antasari Hadirkan Saksi Paramedis].
Para pendukung Antasari dengan berpakaian gamis bersama berbagai elemen masyarakat lainnya telah berkumpul di ruang sidang utama Oemar Seno Adji tempat terpidana 18 tahun tersebut menjalani sidang PK.(APY/ANS)
sumber : yahoo.com
Senin, 26 September 2011
Karangan Ilmiah - Kelompok IV
Tugas Bahasa Indonesia 2
“ Karangan Ilmiah “

Kelompok IV, Anggota :
Abdusy Syukur
Aqilla Tasha
Khuriyati Ningsih
Muhammad Ali
Muhammad Sodikin
Nova Nuriati Pratama
Nur Aimi
Nurul Khotimah
Riza Armindyarni
Septina Lycencia
Tisa Novita Sari
Triadin
Vera Novita

Daftar Isi
Daftar isi …………………………………………. 2
Karya Ilmiah …………………………………………. 3
· Pengertian …………………………………………. 3
· Tujuan …………………………………………. 4
· Manfaat …………………………………………. 4
· Jenis karya ilmiah …………………………………………. 5
· Syarat karangan ilmiah …………………………………………. 7
· Ciri karya ilmiah …………………………………………. 8
· Penyusunan kerangka karangan ………………………………………….. 9
Pola Susunan Kerangka Karangan …………………………………………. 9
· Macam kerangka karangan …………………………………………. 13
Karya Non Ilmiah …………………………………………. 15
· Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah …………………………………. 16
· Sistematika penulisan karya ilmiah ………………………………….. 17
Karya Ilmiah
· Pengertian
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karya ilmiah lazim juga disebut karangan ilmiah. Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. (Brotowidjoyo)
Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
· Tujuan
Adapun tujuan karya ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
2. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
3. Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
4. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
5. Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
· Manfaat
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
5. Memperoleh kepuasan intelektual;
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
· Jenis Karya Ilmiah
Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan, tujuan, serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.
1. Karya Ilmiah Pendidikan
Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :
a. Paper (Karya Tulis).
Paper atau lebih popular dengan sebutan karya tulis adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya. Tujuan pembuatan paper ini adalah melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan oleh dosen, penulis paper ini agak di perdalam dengan beberapa sebab antara lain, Bab I Pendahuluan, Bab II Pemaparan Data, Bab III Pembahasan atau Analisi dan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.
b. Pra Skripsi
Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sabagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang akademik atau setingkat diploma 3 (D-3).
Format tulisannya terdiri dari :
Bab I Pendahuluan (latar belkang pemikiran, permasalahan, tujuan penelitian atau manfaat penelitian dan metode penelitian).
Bab II Gambaran umum (menceritakan keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian),
Bab III deskripsi
data (memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian).
Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian).
Bab V penutup (kesimpulan penelitian dan saran)
c. Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta-fakta empirisobjektif baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak langsung ( study kepustakan), skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur ilmiah yaitu logis dan emperis.
d. Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2). Penulisan thesis bertujuan menthesiskan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi guna memperluas khazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master khazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yang menjadi tema thesis tersebut.
e. Disertasi
Disertasi adalah suatu karya ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji pada perguruan tinggi, disertasi berisi tentang hasil peenemuan0penemuan penulis dengan menggunakan penelitaian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar Doktor.
2. Karya ilmiah Penelitian.
Makalah seminar.
a. Naskah Seminar
Naskah Seminar adalah karya ilmiah yang berisi uraian dari topic yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulis dalam membahas atau memcahkan permasalahan yang dijadikan topic atau dibicarakan dalam seminar.
b. Naskah Bersambung
Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan cirri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan ( topik ) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.
· Syarat Karangan Ilmiah
Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian.
2. Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta.
3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya.
4. Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu.
5. Bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir (hindarkan dari penggunaan bahasa yang maknanya bersifat konotasi/ambigu).
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian.
2. Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta.
3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya.
4. Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu.
5. Bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir (hindarkan dari penggunaan bahasa yang maknanya bersifat konotasi/ambigu).
Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang :
1. Masalah yang diteliti.
2. Metode penelitian.
3. Teknik penulisan karangan ilmiah.
4. Penguasaan bahasa yang baik.
1. Masalah yang diteliti.
2. Metode penelitian.
3. Teknik penulisan karangan ilmiah.
4. Penguasaan bahasa yang baik.
· Ciri Karya Ilmiah
Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut:
1.Objektif
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2.Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3.Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4.Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5.Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
- Penyusunan Kerangka Karangan
Langkah – langkah sebagai tuntunan yang harus di ikuti adalah sebagai berikut :
1. Rumuskan tema
2. Mengadakan inventarisasi topik – topik bawahan yang dianggap merupakan perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi.
3. Penulis berusahan mengadakan evaluasi semua topik yang telah tercatat pada langkah kedua diatas.
4. Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat terperinci maka langkah kedua dan ketiga di kerjakan berulang – ulang untuk menyusun topik – topik yang lebih rendah tingkatannya.
5. Menentukan sebuah pola susunan yang paling cocok untuk mengurutkan semua perincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah di peroleh dengan mempergunakan semua langkah di atas
Pola Susunan Kerangka Karangan
Pola susunan yang paling utama adalah pola alamiah dan pola logis .
1. Pola Alamiah
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit – unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan berdasarkan waktu ( urutan kronologis ), urutan berdasarkan ruang ( urutan spasial ), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada .
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit – unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan berdasarkan waktu ( urutan kronologis ), urutan berdasarkan ruang ( urutan spasial ), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada .
- Urutan Waktu ( kronologis )
Urutan waktu atau urutan kronologis adalah urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap – tahap kejadian Urutan kronologis adalah urutan yang paling umum, tetapi juga merupakan satu – satunya cara yang kurang menarik dan paling lemah .
b. Urutan Ruang ( Spasial )
Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini terutama di gunakan dalam tulisan – tulisan yang bersifat deskriptif .
Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini terutama di gunakan dalam tulisan – tulisan yang bersifat deskriptif .
c. Topik yang ada
Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu barang, hal, atau peristiwa suadh di kenal dengan bagian – bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian – bagian itu harus di jelaskan berturut – turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian – bagiannya itu
d. Pola Logis
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang inheren dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis .
Macam – macam urutan logis yang dikenal :
a. Urutan Klimaks dan Anti Klimaks
Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol . Bila posisi yang paling penting itu berada pada akhir rangkaian maka urutan ini di sebut klimaks . Urutan yang merupakan kebalikan dari klimaks adalah anti klimaks . Penulis mulai suatu yang paling penting dari suatu rangkaian dan berangsur – angsur menuju kepada suatu topik yang paling rendah kedudukan atau kepentingannya .
b. Urutan Kausal
Urutan kausal mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat, dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian – perincian yang menelusuri akibat – akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan – persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya .Sebaliknya, bila suatu masalah di anggap sebagai akibat, yang di landaskan dengan perincian – perincian yang berusaha mencari sebab – sebab yang menimbulkan masalah tadi, maka urutannya merupakan akibat sebab .
c. Urutan Pemecahan Masalah
Urutan pemecahan masalah di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang – kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternative – alternative untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut .
d. Urutan Umum – Khusus
Urutan umum – khusus terdiri dari dua corak yaitu dari umum ke khusus, atau dari khusus ke umum .
Urutan yang bergerak dari umum ke khusus pertama – tama memperkenalkan kelompok – kelompok yang paling besar atau yang paling umum, kemudian menelusuri kelompok – kelompok khusus atau kecil .
Urutan khusus – umum merupakan kebalikan dari urutan di atas. Penulis mulai uraiannya mengenai hal – hal yang khusus kemudian meningkat kepada hal – hal yang umum yang mencakup hal – hal yang khusus tadi, atau mulai membicarakan individu – individu kemudian kelompok – kelompok
Urutan umum – khusus dapat mengandunug implikasi bahwa hal yang umum sudah di ketahui penulis, sedangkan tugasnya adalah mengadakan identifikasi sejauh mana hal – hal yang khusus mengikuti pola umum tadi . Sebaliknya urutan khusus – umum dapat mengandung implikasi bahwa hal khusus maupun umum sama sekali belum di ketahui . Urutan umum – khusus ini sebenarnya dapat mencakup pula urutan sebab – akibat, klimaks, pemecahan masalah . Atau dapat pula mengambil bentuk klasifikasi, atau ilustrasi . Dalam ilustrasi mula – mula di kemukakan suatu pernyataan yang umum, kemudian di ajukan penjelasan – penjelasan dan bila perlu di kemukakan ilustrasi – ilustrasi yang dapat berbentuk contoh, atau perbandingan dan pertentangan.
e. Urutan familiaritas
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur – angsur pindah kepada hal – hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan – keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.
f. Urutan akseptabilitas
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah di kenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca.
Suatu hal yang perlu di tegaskan di sini sebelum melangkah kepada persoalan yang lain, adalah bahwa tidak ada keharusan untuk mempergunakan pola kerangka karangan yang sama dalam seluruh karangan. Konsistensi harus terletak dalam tingkatan serta satuan yang sama. Misalnya bila pada topik – topik utama telah di pergunakan urutan waktu ( kronologis ), maka pengarang harus menjaga agar hanya topik – topik yang mengandung urutan waktu saja yang dapat di sajikan dalam topik utamanya. Satuan – satuan topik bawahan dapat mempergunakan urutan lain sesuai dengan kebutuhannya.
Macam-macam Kerangka Karangan
- Berdasarkan Perincian
Berdasarkan perincian yang di lakukan pada suatu kerangka karangan, maka dapat di bedakan kerangka karangan sementara ( informal ) dan kerangka karangan formal.
b. Kerangka Karangan Sementara
Kerangka karangan sementara atau informal merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah. Sekaligus ia menjadi dasar untuk penelitian kembali guna mengadakan perombakan – perombakan yang di anggap perlu. Karena kerangka karangan ini hanya bersifat sementara, maka tidak perlu di susun secara terperinci. Tetapi, karena ia juga merupakan sebuah kerangka karangan, maka ia harus memungkinkan pengarangnya menggarap persoalannya secara dinamis, sehingga perhatian harus di curahkan sepenuhnya pada penyusunan kalimat – kalimat, alinea – alinea atau bagian – bagian tanpa mempersoalkan lagi bagaimana susunan karangannya, atau bagaimana susunan bagian – bagiannya. Kerangka karangan informal ( sementara ) biasanya hanya terdiri dari tesis dan pokok – pokok utama, paling tinggi dua tingkat perincian. Alasan untuk menggarap sebuah kerangka karangan semntara dapat berupa topik yang tidak kompleks, atau karena penulis segera menggarap karangan itu.
c. Kerangka Karangan Formal
Kerangka karangan yang bersifat formal biasanya timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat kompleks, atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya. Proses perencanaan sebuah kerangka formal mengikuti prosedur yang sama seperti kerangka informal. Tesisnya di rumuskan dengan cermat dan tepat, kemudian di pecah – pecah menjadi bagian – bagian bawahan ( sub – ordinasi ) yang di kembangkan untuk menjelaskan gagasan sentralnya. Tiap sub – bagian dapat di perinci lebih lanjut menjadi bagian – bagian yang lebih kecil. Sejauh di perlukan untuk menguraikan persoalan itu sejelas – jelasnya. Dengan perincian yang sekian banyak, sebuah kerangka karangan dapat mencapai lima atau tiga tingkat perincian sudah dapat di sebut kerangka formal.
Supaya tingkatan – tingkatan yang ada jelas kelihatan hubungannya satu sama lain, maka di pergunakan pula simbol – simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkatan yang sederajat. Pokok – pokok utama yang merupakan perincian langsung dari tesis di tandai dengan angka – angka Romawi : I, II, III, IV, dst. Tiap topik utama ( Tingkat I ) dapat di perinci menjadi topik tingkat II, yang dalam hal ini di tandai dengan huruf – huruf capital : A, B, C, D, dst. Topik tingkat II dapat di perinci masing – masingnya menjadi topik tingkat III yang di tandai dengan angka : 1, 2, 3, 4, 5 dst. Pokok bawahan tingkat IV di tandai dengan : a, b, c, d, dst., pokok tingkat lima di tandai dengan ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), dst. Sedangkan pokok bawahan tingkat VI, kalau ada, akan di tandai dengan huruf kecil dalam kurung ( a ), ( b ), ( c ), ( d ), dst.
- Berdasarkan Perumusan teksnya
- Kerangka Kalimat
Kerangka kalimat mempergunakan kalimat berita yang lengkap untuk merumuskan tiap unit, baik untuk merumuskan tesis maupun untuk merumuskan unit – unit utama dan unit – unit bawahannya. Perumusan tesis dapat mempergunakan kalimat majemuk bertingkat, sebaliknya untuk merumuskan tiap unit hanya boleh mempergunakan kalimat tunggal. Penggunaan kerangka kalimat mempunyai beberapa manfaat antara lain :
1.Memaksa penulis untuk merumuskan dengan tepat topic yang akan di uraikan.
2.Perumusan topic – topic dalam unit akan tetap jelas, walaupun telah lewat bertahun-tahun.
3.Kalimat yang di rumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapa pun, seperti bagi pengarangnya sendiri.
2.Perumusan topic – topic dalam unit akan tetap jelas, walaupun telah lewat bertahun-tahun.
3.Kalimat yang di rumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapa pun, seperti bagi pengarangnya sendiri.
b. Kerangka Topik
Kerangka topic di mulai dengan perumusan tesis dalam sebuah kalimat yang lengkap. Sesudah itu semua pokok, baik pokok – pokok utama maupun pokok – pokok bawahan, di rumuskan dengan mencantumkan topiknya saja, dengan tidak mempergunakan kalimat yang lengkap. Kerangka topic di rumuskan dengan mempergunakan kata atau frasa. Sebab itu kerangka topic tidak begitu jelas dan cermat seperti kerangka kalimat. Kerangka topic manfaatnya kurang bila di bandingkan dengan kerangka kalimat, terutama jika tenggang waktu antara perencanaan kerangka karangan itu dengan penggarapannya cukup lama.Kerangka topik mengikuti persyaratan yang sama seperti sebuah kerangka kalimat, misalnya dalam pembagiannya, penggunaan simbol, sub – ordinasinya, dan sebagainya.
Karya Non Ilmiah
Karya non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal ).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
· Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
· Fakta yang disimpulkan subyektif,
· Gaya bahasa konotatif dan populer,
· Tidak memuat hipotesis,
· Penyajian dibarengi dengan sejarah,
· Bersifat imajinatif,
· Situasi didramatisir,
· Bersifat persuasif.
· Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel,
drama, dan roman.
· Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
· Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
- Bagian Pembuka
- Halaman judul.
- Lembar pengesahan.
- Motto dan Persembahan
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Daftar Lampiran.
- Bagian Isi
- Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Rumusan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat penelitian.
- Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
- Pembahasan teori
- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
- Pengajuan hipotesis
- Metodologi penelitian
- Waktu dan tempat penelitian.
- Metode dan rancangan penelitian
- Populasi dan sampel.
- Instrumen penelitian.
- Pengumpulan data dan analisis data.
Langganan:
Postingan (Atom)