Hobi membaca buku? Ada peringatan penting untuk Anda. Menurut
penelitian, membaca buku dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko
sindrom mata kering. Sindrom ini menyebabkan mata lelah, kemerahan juga
perih.
Penyebabnya yakni ketika membaca, jumlah kedipan mata akan
berkurang hingga 1/3 dibandingkan saat aktivitas mata normal. Anda
perlu sering-sering berkedip agar mata terlapisi oleh kelenjar air mata.
Hal ini untuk mencegah terjadinya penguapan air mata yang menyebabkan
mata kering.
Kecenderungan terjadinya sindrom mata kering ini
terungkap dalam Hay Festival of Literature of Arts. Sebuah festival
tahunan di Inggris, dimana para penulis dan penggemar buku berkumpul,
berdiskusi dan membedah buku, yang telah rutin diadakan selama 25 tahun.
The
Spectrum Thea, perusahaan spesialis penanganan kesehatan mata yang ikut
berpartisipasi dalam acara tersebut menemukan, banyak pembaca
mengeluhkan matanya sakit dan kering selama beberapa waktu. Hal itu
karena kebiasaan mereka yang terlalu sering dan lama membaca buku.
Namun
sindrom mata kering ini seharusnya tidak menghentikan minat membaca
buku. Bagaimanapun juga, semangat membaca buku tetap harus ditingkatkan
karena akan membuka jendela pengetahuan dunia. Dokter spesialis mata
Sarah Farrant memberikan tips bagaimana mengurangi ketegangan dan
kekeringan pada mata saat lama membaca buku, seperti dikutip dari Female
First.
1. Ketahuilah bahwa efek membaca buku bisa membuat Anda
mengurangi jumlah kedipan mata. Oleh karena itu, latih mata untuk sering
berkedip saat membaca atau menatap layar komputer. Jangan terus membaca
hingga bab terakhir tanpa berhenti.
2. "Gunakan aturan
20.20.20. Setiap 20 menit tataplah sesuatu yang berjarak 20 kaki dari
Anda selama 20 detik. Lakukan secara rutin selama membaca," saran Dr.
Sarah. Cara ini akan mengurangi ketegangan pada mata dan membantu
merehidrasi serta melumasinya.
3. Pakai obat tetes mata untuk
lebih membantu melembabkan dan menjaga kestabilan cairan pada mata. Tapi
jangan terlalu sering dilakukan. Hanya pakai obat tetes mata ketika
Anda terpapar layar komputer atau membaca dalam waktu yang sangat lama.
Source : wolipop.detik.com
Senin, 08 Juli 2013
Manfaat Telur bagi Kesehatan yang Belum Banyak Diketahui
Telur tak hanya lezat dan praktis diolah menjadi berbagai macam makanan.
Tapi juga kaya nutrisi seperti vitamin B, mineral dan protein. Ada satu
studi yang menemukan bahwa sarapan dengan telur bisa membantu
mengurangi hasrat makan makanan bergula dan berlemak saat jam makan
siang, ketimbang sarapan sereal dan susu. Masih ada beberapa manfaat dan
fakta lain dari telur yang mungkin belum banyak diketahui. Ini
daftarnya, seperti dikutip dari Shape.
1. Kuning Telur Membantu Perkembangan Otak
Kuning telur merupakan salah satu sumber vitamin B-kompleks dan choline yang dikenal baik untuk membantu fungsi sistem syaraf. Choline juga membantu perkembangan otak pada janin ketika dikonsumsi wanita hamil.
2. Memicu Rasa Bahagia
Selain baik untuk perkembangan otak janin, choline yang terkandung dalam kuning telur juga bisa memicu rasa bahagia. Drew Ramsey, psikiater yang khusus mempelajari diet mengatakan, ketika dicerna oleh tubuh, choline akan berubah menjadi zat yang membantu produksi hormon bahagia seperti serotonin, dopamin dan norephinephrine.
3. Sumber Protein yang Sempurna
Protein pada telur berkualitas paling baik. Sebab kandungan protein di dalam telur mudah diserap dan langsung digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk aktivitas yang lebih maksimal. Hal itu diungkapkan oleh pakar nutrisi Cynthia Sass, R.D.
4. Kualitas Telur Bisa Diketahui dari Kuningnya
Warna kuning telur tidak selalu sama pada setiap telur ayam. Ada yang kuning pekat mendekati oranye, ada pula yang kuning pucat. Namun itu tidak selalu menentukan tingkat kualitasnya. Menurut American Egg Association, pekat/pucatnya kuning telur mengindikasikan makanan yang dikonsumsi ayam petelur.
Ayam yang diberi makan gandum dan rumput-rumputan kaya karoten umumnya memiliki warna kuning yang lebih mencolok. Tapi tidak menjamin apakah telur itu lebih bernutrisi dibandingkan kuning telur yang pucat atau tidak. Warna kuning telur juga bisa menggambarkan kesehatan ayam. Menurut Dr. Hilary Shallo Thesma dari Egg Nutrition Center, ayam petelur yang dibiarkan bebas (tidak selalu di kandang) punya 'akses' untuk mendapatkan makanan yang lebih beragam, sehingga menghasilkan kuning telur yang warnanya lebih gelap.
5. Usia Telur Bisa Dilihat dari Kejernihan Putih Telur
Anda mungkin pernah mendapati ada putih telur yang bening atau yang sedikit milky. Kejernihan/kepekatan putih telur bisa mengindikasikan usia telur itu sendiri. Putih telur yang bening biasanya sudah cukup lama disimpan. Sementara putih telur yang agak keruh adalah yang baru ditelurkan oleh ayam.
Source : wolipop.detik.com
1. Kuning Telur Membantu Perkembangan Otak
Kuning telur merupakan salah satu sumber vitamin B-kompleks dan choline yang dikenal baik untuk membantu fungsi sistem syaraf. Choline juga membantu perkembangan otak pada janin ketika dikonsumsi wanita hamil.
2. Memicu Rasa Bahagia
Selain baik untuk perkembangan otak janin, choline yang terkandung dalam kuning telur juga bisa memicu rasa bahagia. Drew Ramsey, psikiater yang khusus mempelajari diet mengatakan, ketika dicerna oleh tubuh, choline akan berubah menjadi zat yang membantu produksi hormon bahagia seperti serotonin, dopamin dan norephinephrine.
3. Sumber Protein yang Sempurna
Protein pada telur berkualitas paling baik. Sebab kandungan protein di dalam telur mudah diserap dan langsung digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk aktivitas yang lebih maksimal. Hal itu diungkapkan oleh pakar nutrisi Cynthia Sass, R.D.
4. Kualitas Telur Bisa Diketahui dari Kuningnya
Warna kuning telur tidak selalu sama pada setiap telur ayam. Ada yang kuning pekat mendekati oranye, ada pula yang kuning pucat. Namun itu tidak selalu menentukan tingkat kualitasnya. Menurut American Egg Association, pekat/pucatnya kuning telur mengindikasikan makanan yang dikonsumsi ayam petelur.
Ayam yang diberi makan gandum dan rumput-rumputan kaya karoten umumnya memiliki warna kuning yang lebih mencolok. Tapi tidak menjamin apakah telur itu lebih bernutrisi dibandingkan kuning telur yang pucat atau tidak. Warna kuning telur juga bisa menggambarkan kesehatan ayam. Menurut Dr. Hilary Shallo Thesma dari Egg Nutrition Center, ayam petelur yang dibiarkan bebas (tidak selalu di kandang) punya 'akses' untuk mendapatkan makanan yang lebih beragam, sehingga menghasilkan kuning telur yang warnanya lebih gelap.
5. Usia Telur Bisa Dilihat dari Kejernihan Putih Telur
Anda mungkin pernah mendapati ada putih telur yang bening atau yang sedikit milky. Kejernihan/kepekatan putih telur bisa mengindikasikan usia telur itu sendiri. Putih telur yang bening biasanya sudah cukup lama disimpan. Sementara putih telur yang agak keruh adalah yang baru ditelurkan oleh ayam.
Source : wolipop.detik.com
Konon Katanya Perempuan Lebih Jago Investasi
Setelah menjadi Perencana Keuangan alias Financial Planner/Financial
Advisor selama lebih dari 15 tahun di Amerika Serikat (AS) dan di
Indonesia, saya menemukan hasil riset di AS menyatakan bahwa ternyata oh
ternyata, perempuan lebih jago dalam berinvestasi daripada laki-laki.
Pertanyaannya kenapa bisa demikian?
Kita boleh saja tidak setuju dengan pernyataan ini, tapi ternyata hasil riset di AS oleh Vanguard Investment menunjukan bahwa antara tahun 2007 sampai 2009, laki-laki ternyata lebih banyak menjual investasi mereka (terutama saham) di saat harga sedang jatuh, sementara perempuan lebih banyak menahan diri untuk tidak menjual investasinya. Yang terjadi ketika kondisi berbalik arah perempuan ini mendapatkan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Jadi yang sebenarnya terjadi adalah, meskipun laki-laki lebih percaya diri pada saat berinvestasi terutama jenis produk investasi yang agresif seperti di saham, ternyata hal ini bisa menjadi “senjata makan tuan”. Banyak laki-laki merasa atau “pura-pura” merasa tahu dan mengerti apa yang mereka lakukan ketika berinvestasi.
Ego yang tinggi sering kali membuat laki-laki tidak mau mengakui kalau mereka tidak tau atau mengakui kalau mereka membuat kesalahan dalam berinvestasi atau kesalahan dalam membuat keputusan dalam berinvestasi.
Sementara itu pihak perempuan berlaku berbeda. Banyak perempuan merasa dan mengaku tidak mengerti dan tidak paham ketika berinvestasi sehingga akhirnya mereka kemudian banyak bertanya ke sana kemari untuk mencari pertolongan dan jawaban atas ketidaktahuan mereka.
Nah, hasil dari bertanya tersebut disimpulkan oleh mereka sehingga mereka bisa membuat keputusan berinvestasi berdasarkan input dari berbagai sumber tersebut. Hasilnya bisa dilihat, perempuan lebih banyak mengambil keputusan yang lebih tepat terutama di saat kondisi pasar yang jelek dan panik seperti ketika bursa jeblok.
Itu kan di Amerika Serikat, bagaimana dengan di Indonesia? Fakta mengatakan lebih dari 50% keuangan rumah tangga di Indonesia dipegang atau bahkan dikelola oleh wanita (istri). Klien yang datang ke kantor kami pun di AFC Financial dapat dikatakan 80%-nya dimulai dari wanita, meskipun untuk pembelian barang/aset besar, istilahnya big purchase, seperti rumah dan mobil, mayoritas keputusan tetap berada di tangan laki-laki (suami).
So, buat para pria alias laki-laki, jangan malu untuk mengakui bahwa Anda juga tidak mengerti dan membuat kesalahan serta jangan malu bertanya dan mencari informasi dari orang yang tepat. Ternyata peribahasa 'Malu Bertanya Sesat di Jalan' masih berlaku lho. Jangan sampai kejadian 'Malu Bertanya Sesat di Bursa Saham' ya.
Source : www.detik.com
Kita boleh saja tidak setuju dengan pernyataan ini, tapi ternyata hasil riset di AS oleh Vanguard Investment menunjukan bahwa antara tahun 2007 sampai 2009, laki-laki ternyata lebih banyak menjual investasi mereka (terutama saham) di saat harga sedang jatuh, sementara perempuan lebih banyak menahan diri untuk tidak menjual investasinya. Yang terjadi ketika kondisi berbalik arah perempuan ini mendapatkan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Jadi yang sebenarnya terjadi adalah, meskipun laki-laki lebih percaya diri pada saat berinvestasi terutama jenis produk investasi yang agresif seperti di saham, ternyata hal ini bisa menjadi “senjata makan tuan”. Banyak laki-laki merasa atau “pura-pura” merasa tahu dan mengerti apa yang mereka lakukan ketika berinvestasi.
Ego yang tinggi sering kali membuat laki-laki tidak mau mengakui kalau mereka tidak tau atau mengakui kalau mereka membuat kesalahan dalam berinvestasi atau kesalahan dalam membuat keputusan dalam berinvestasi.
Sementara itu pihak perempuan berlaku berbeda. Banyak perempuan merasa dan mengaku tidak mengerti dan tidak paham ketika berinvestasi sehingga akhirnya mereka kemudian banyak bertanya ke sana kemari untuk mencari pertolongan dan jawaban atas ketidaktahuan mereka.
Nah, hasil dari bertanya tersebut disimpulkan oleh mereka sehingga mereka bisa membuat keputusan berinvestasi berdasarkan input dari berbagai sumber tersebut. Hasilnya bisa dilihat, perempuan lebih banyak mengambil keputusan yang lebih tepat terutama di saat kondisi pasar yang jelek dan panik seperti ketika bursa jeblok.
Itu kan di Amerika Serikat, bagaimana dengan di Indonesia? Fakta mengatakan lebih dari 50% keuangan rumah tangga di Indonesia dipegang atau bahkan dikelola oleh wanita (istri). Klien yang datang ke kantor kami pun di AFC Financial dapat dikatakan 80%-nya dimulai dari wanita, meskipun untuk pembelian barang/aset besar, istilahnya big purchase, seperti rumah dan mobil, mayoritas keputusan tetap berada di tangan laki-laki (suami).
So, buat para pria alias laki-laki, jangan malu untuk mengakui bahwa Anda juga tidak mengerti dan membuat kesalahan serta jangan malu bertanya dan mencari informasi dari orang yang tepat. Ternyata peribahasa 'Malu Bertanya Sesat di Jalan' masih berlaku lho. Jangan sampai kejadian 'Malu Bertanya Sesat di Bursa Saham' ya.
Source : www.detik.com
Ini dia 5 Kebiasan Buruk yang Sangat Menguras Keuangan Anda
Jika ingin kondisi keuangan Anda sehat, jangan terlalu fokus kepada
pengeluaran besar. Justru biasanya penyebab sakitnya kondisi keuangan
Anda gara-gara pengeluaran kecil namun dilakukan terus-menerus.
Kebiasaan buruk seperti ini justru yang membuat pengeluaran menumpuk hingga menjadi pengeluaran besar. Seperti halnya dengan banyak kebiasaan buruk lainnya, Anda mungkin bahkan tidak akan menyadari hal-hal buruk itu sampai Anda pulang ke rumah dan termenung di malam harinya
Jadi, pertimbangkan hal ini: Anda mungkin telah melakukan banyak hal bodoh dengan uang Anda dan kini saatnya membuat beberapa perubahan sebelum Anda benar-benar menguras rekening bank sendiri.
Setengah tahun sudah berjalan di 2013, mari kita mulai membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kondisi keuangan. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk soal pengeluaran uang yang sebaiknya dihindari seperti dikutip dari DailyFinance, Jumat (5/7/2013).
1. Terlalu Sering Makan di Luar
Sedikitnya Anda makan tiga kali sehari, artinya dalam sebulan bisa sampai seratus kali kesempatan untuk makan di luar dan memungkinkan untuk menghabiskan banyak uang. Terlalu banyak orang menggunakan kesempatan itu dengan pergi keluar untuk makan atau memesan makanan.
Makan siang, misalnya. Jika Anda makan siang di Cafe, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini bisa dikurangi dengan makan siang di warteg atau warung padang yang tentunya jauh lebih murah.
Tapi, alangkah lebih baiknya lagi jika Anda membawa bekal dari rumah sehingga biaya makan Anda sudah termasuk dalam daftar belanja bulanan dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi.
Pergi keluar untuk makan malam bahkan lebih buruk lagi. Setidaknya satu orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. Belum lagi jika ingin beli cemilan untuk dimakan di rumah sebelum tidur.
Bahkan sarapan di luar juga masuk dalam pengeluaran yang menguras anggaran. Membeli sekotak sereal di awal pekan atau roti tentunya akan lebih murah ketimbang harus membeli bubur atau nasi kuning di dekat kantor setiap pagi.
2. Gila Diskon
Ada banyak cara perusahaan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon, apalagi jika potongan harga itu berlaku dalam jangka waktu yang pendek.
Penjual selalu pandai memikat pembeli dengan memberikan diskon yang menjanjikan yang akan hilang jika Anda tidak segera membelinya. Contohnya, potongan 50% khusus hari ini saja, atau beli satu dapat dua jika membeli hari ini, dan lain-lain.
Program diskon seperti ini yang akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Bahkan, konsumen bisa membelinya hanya karena diskon, padahal tidak butuh-butuh amat.
3. Sering Nonton Film Bioskop
Bagi mereka yang berpenghasilan cukup tinggi, mungkin menonton film di bioskop bukan termasuk pemborosan. Tapi, lain halnya dengan mereka yang berpenghasilan menengah.
Ambil contoh, harga rata-rata tiket bioskop di Jakarta pada hari biasa sekitar Rp 25.000-40.000 per orang. Kita ambil sekitar Rp 40.000 untuk sekali nonton. Jika Anda punya pasangan, berarti jadi Rp 80.000.
Ditambah biaya popcorn dan minuman bisa jadi total sekitar Rp 120.000. Setelah nonton tidak langsung pulang dan ingin isi perut lagi, akhirnya makan di cafe atau restoran cepat saji, menu dua orang kira-kira Rp 100.000.
Hanya dalam waktu kurang dari enam jam, Anda sudah menghabiskan Rp 220.000. Masih terlihat kecil? Bulan ini memasuki musim panas di negeri barat, saatnya film-film box office bermunculan.
Dalam satu bulan Anda pergi menonton empat kali atau satu pekan sekali, total uang keluar Rp 880.000. Biaya yang cukup besar untuk dana hiburan, jika tidak dikurangi akan bahaya terhadap kondisi keuangan Anda.
Cara mengatasinya adalah dengan membatasi acara pergi nonton bioskop dan sedikit bersabar menunggu DVD nya keluar. Jika filmnya tidak bagus-bagus amat, lebih baik nunggu DVD-nya rilis atau bahkan tunggu sampai nongol di televisi swasta saja.
4. Mengejar Poin dan Reward Kartu Kredit atau Debit
Banyak orang terjebak dengan program ini, hanya demi mengejar poin atau reward di kartu kredit, akhirnya belanja kebablasan dan tidak pakai itungan, yang penting menang undian.
Pikirkan kembali tujuan awal Anda mengambil kartu kredit atau debit, apakah Anda melakukannya untuk mendapatkan poin dan reward? Itu tidak berarti bahwa Anda tidak harus mengubah kebiasaan belanja Anda demi mengejar poin.
Jika Anda bisa mendapatkan bonus sangat signifikan dengan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan pertama, maka Anda bisa belanja bulanan dengan menyetok barang-barang untuk bulan-bulan berikutnya. Sehingga, pengeluaran Anda besar di awal, dan dapat poin tentunya, dan di bulan-bulan berikutnya tidak perlu terlalu boros.
5. Malas Untuk Menghentikan Tagihan Berulang
Tahun ini Anda berniat kurus dan kekar dengan cara ikutan jadi anggota salah satu pusat kebugaran alias gym. Gym ini bayarannya bulanan, Anda minta pembayaran dilakukan otomatis tiap bulan melalui kartu kredit.
Awalnya mungkin Anda semangat, namun seiring waktu berjalan, lama-lama Anda mulai malas ke gym atau bahkan lupa dan berhenti pergi sama sekali. Jika Anda tidak datang ke tempat gym dan membatalkan keanggotaan, bisa jadi tagihan kartu Anda akan terus ditarik setiap bulan untuk layanan yang sebenarnya tidak lagi Anda gunakan.
Mungkin Anda sudah lupa jika biaya ini berulang, atau mungkin di dalam hati Anda masih berniat ingin pergi ke gym lagi karena tahun ini sudah berjanji ingin kurus dan kekar. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pengeluaran Anda.
Source : www.detik.com
Kebiasaan buruk seperti ini justru yang membuat pengeluaran menumpuk hingga menjadi pengeluaran besar. Seperti halnya dengan banyak kebiasaan buruk lainnya, Anda mungkin bahkan tidak akan menyadari hal-hal buruk itu sampai Anda pulang ke rumah dan termenung di malam harinya
Jadi, pertimbangkan hal ini: Anda mungkin telah melakukan banyak hal bodoh dengan uang Anda dan kini saatnya membuat beberapa perubahan sebelum Anda benar-benar menguras rekening bank sendiri.
Setengah tahun sudah berjalan di 2013, mari kita mulai membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kondisi keuangan. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk soal pengeluaran uang yang sebaiknya dihindari seperti dikutip dari DailyFinance, Jumat (5/7/2013).
1. Terlalu Sering Makan di Luar
Sedikitnya Anda makan tiga kali sehari, artinya dalam sebulan bisa sampai seratus kali kesempatan untuk makan di luar dan memungkinkan untuk menghabiskan banyak uang. Terlalu banyak orang menggunakan kesempatan itu dengan pergi keluar untuk makan atau memesan makanan.
Makan siang, misalnya. Jika Anda makan siang di Cafe, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini bisa dikurangi dengan makan siang di warteg atau warung padang yang tentunya jauh lebih murah.
Tapi, alangkah lebih baiknya lagi jika Anda membawa bekal dari rumah sehingga biaya makan Anda sudah termasuk dalam daftar belanja bulanan dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi.
Pergi keluar untuk makan malam bahkan lebih buruk lagi. Setidaknya satu orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. Belum lagi jika ingin beli cemilan untuk dimakan di rumah sebelum tidur.
Bahkan sarapan di luar juga masuk dalam pengeluaran yang menguras anggaran. Membeli sekotak sereal di awal pekan atau roti tentunya akan lebih murah ketimbang harus membeli bubur atau nasi kuning di dekat kantor setiap pagi.
2. Gila Diskon
Ada banyak cara perusahaan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon, apalagi jika potongan harga itu berlaku dalam jangka waktu yang pendek.
Penjual selalu pandai memikat pembeli dengan memberikan diskon yang menjanjikan yang akan hilang jika Anda tidak segera membelinya. Contohnya, potongan 50% khusus hari ini saja, atau beli satu dapat dua jika membeli hari ini, dan lain-lain.
Program diskon seperti ini yang akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Bahkan, konsumen bisa membelinya hanya karena diskon, padahal tidak butuh-butuh amat.
3. Sering Nonton Film Bioskop
Bagi mereka yang berpenghasilan cukup tinggi, mungkin menonton film di bioskop bukan termasuk pemborosan. Tapi, lain halnya dengan mereka yang berpenghasilan menengah.
Ambil contoh, harga rata-rata tiket bioskop di Jakarta pada hari biasa sekitar Rp 25.000-40.000 per orang. Kita ambil sekitar Rp 40.000 untuk sekali nonton. Jika Anda punya pasangan, berarti jadi Rp 80.000.
Ditambah biaya popcorn dan minuman bisa jadi total sekitar Rp 120.000. Setelah nonton tidak langsung pulang dan ingin isi perut lagi, akhirnya makan di cafe atau restoran cepat saji, menu dua orang kira-kira Rp 100.000.
Hanya dalam waktu kurang dari enam jam, Anda sudah menghabiskan Rp 220.000. Masih terlihat kecil? Bulan ini memasuki musim panas di negeri barat, saatnya film-film box office bermunculan.
Dalam satu bulan Anda pergi menonton empat kali atau satu pekan sekali, total uang keluar Rp 880.000. Biaya yang cukup besar untuk dana hiburan, jika tidak dikurangi akan bahaya terhadap kondisi keuangan Anda.
Cara mengatasinya adalah dengan membatasi acara pergi nonton bioskop dan sedikit bersabar menunggu DVD nya keluar. Jika filmnya tidak bagus-bagus amat, lebih baik nunggu DVD-nya rilis atau bahkan tunggu sampai nongol di televisi swasta saja.
4. Mengejar Poin dan Reward Kartu Kredit atau Debit
Banyak orang terjebak dengan program ini, hanya demi mengejar poin atau reward di kartu kredit, akhirnya belanja kebablasan dan tidak pakai itungan, yang penting menang undian.
Pikirkan kembali tujuan awal Anda mengambil kartu kredit atau debit, apakah Anda melakukannya untuk mendapatkan poin dan reward? Itu tidak berarti bahwa Anda tidak harus mengubah kebiasaan belanja Anda demi mengejar poin.
Jika Anda bisa mendapatkan bonus sangat signifikan dengan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan pertama, maka Anda bisa belanja bulanan dengan menyetok barang-barang untuk bulan-bulan berikutnya. Sehingga, pengeluaran Anda besar di awal, dan dapat poin tentunya, dan di bulan-bulan berikutnya tidak perlu terlalu boros.
5. Malas Untuk Menghentikan Tagihan Berulang
Tahun ini Anda berniat kurus dan kekar dengan cara ikutan jadi anggota salah satu pusat kebugaran alias gym. Gym ini bayarannya bulanan, Anda minta pembayaran dilakukan otomatis tiap bulan melalui kartu kredit.
Awalnya mungkin Anda semangat, namun seiring waktu berjalan, lama-lama Anda mulai malas ke gym atau bahkan lupa dan berhenti pergi sama sekali. Jika Anda tidak datang ke tempat gym dan membatalkan keanggotaan, bisa jadi tagihan kartu Anda akan terus ditarik setiap bulan untuk layanan yang sebenarnya tidak lagi Anda gunakan.
Mungkin Anda sudah lupa jika biaya ini berulang, atau mungkin di dalam hati Anda masih berniat ingin pergi ke gym lagi karena tahun ini sudah berjanji ingin kurus dan kekar. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pengeluaran Anda.
Source : www.detik.com
Dengan Siapa Anda Banyak Habiskan Waktu, Itulah Masa Depan Anda
Robert Kiyosaki pernah mengikuti sebuah seminar pada 22 tahun yang lalu.
Instrukturnya meminta Robert menuliskan enam nama orang yang paling
sering melewatkan waktu bersama Robert.
Kemudian instruktur tersebut menulis dan mengumumkan, "Kalian sedang menatap masa depan kalian, keenam orang yang paling sering meluangkan waktu bersama kalian adalah masa depan kalian.”
Sekarang silahkan Anda melakukan tugas yang sama, tulis enam orang yang paling sering dengan kalian. Mungkin tidak selalu teman Anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan hidup, anak-anak, kelompok agama, atau kelompok sosial Anda. Saya pribadi waktu mengerjakan tugas ini 6 tahun yang lalu, daftar nama yang ada didominasi oleh rekan kerja.
Sekarang setelah 6 tahun berlalu, kelima orang lain dalam daftar tersebut yang dulu masih menjadi teman baik saya jadi jarang bertemu. Mereka orang-orang yang menyenangkan dan mereka hidup bahagia dengan hidup mereka.
Perubahan melibatkan diri saya, saya ingin merubah masa depan saya. Supaya berhasil mendapatkannya, saya harus merubah cara berpikir saya dan sebagai akibatnya juga merubah orang-orang yang menghabiskan waktu bersama saya.
Menurut saya pribadi, kesuksesan kita sangat tergantung 2 hal, yaitu :
1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.
2. Siapa yang kenal kita.
Robert Kiyosaki dan saya tidak memilih teman-teman berdasarkan keadaan finansial mereka. Kami memilih teman dari segala kalangan, baik teman yang bergumul secara finansial dan juga teman yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahun. Maksud saya, kami belajar dari mereka semua dan secara sadar kami berusaha untuk belajar dari mereka.
Saya akui bahwa ada orang yang kami cari karena mereka mempunyai uang. Tetapi saya tidak mengejar uang mereka, saya mencari pengetahuan mereka. Dalam beberapa kasus orang-orang yang mempunyai banyak uang itu menjadi sahabat baik, tetapi tidak semuanya. Kami juga belajar dari teman-teman kami yang bergumul secara finansial, kami belajar apa yang tidak boleh kami lakukan.
Banyak orang datang ke tempat teman-teman yang kaya, tapi mereka datang untuk mencari satu atau dua hal atau kedua-duanya, yaitu :
1. Pinjaman/hutang.
2. Pekerjaan.
Mereka tidak pernah datang kepada teman yang kaya untuk bertanya bagaimana mereka bisa kaya. Sudahkah Anda memilih teman-teman yang Anda ingin menjadi…?
Temukan seseorang yang telah melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ajaklah mereka makan siang, mintalah nasehat kepada mereka bagaimana cara menjadi sukses.
Tung Desem Waringin
Source : detik.com
Kemudian instruktur tersebut menulis dan mengumumkan, "Kalian sedang menatap masa depan kalian, keenam orang yang paling sering meluangkan waktu bersama kalian adalah masa depan kalian.”
Sekarang silahkan Anda melakukan tugas yang sama, tulis enam orang yang paling sering dengan kalian. Mungkin tidak selalu teman Anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan hidup, anak-anak, kelompok agama, atau kelompok sosial Anda. Saya pribadi waktu mengerjakan tugas ini 6 tahun yang lalu, daftar nama yang ada didominasi oleh rekan kerja.
Sekarang setelah 6 tahun berlalu, kelima orang lain dalam daftar tersebut yang dulu masih menjadi teman baik saya jadi jarang bertemu. Mereka orang-orang yang menyenangkan dan mereka hidup bahagia dengan hidup mereka.
Perubahan melibatkan diri saya, saya ingin merubah masa depan saya. Supaya berhasil mendapatkannya, saya harus merubah cara berpikir saya dan sebagai akibatnya juga merubah orang-orang yang menghabiskan waktu bersama saya.
Menurut saya pribadi, kesuksesan kita sangat tergantung 2 hal, yaitu :
1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.
2. Siapa yang kenal kita.
Robert Kiyosaki dan saya tidak memilih teman-teman berdasarkan keadaan finansial mereka. Kami memilih teman dari segala kalangan, baik teman yang bergumul secara finansial dan juga teman yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahun. Maksud saya, kami belajar dari mereka semua dan secara sadar kami berusaha untuk belajar dari mereka.
Saya akui bahwa ada orang yang kami cari karena mereka mempunyai uang. Tetapi saya tidak mengejar uang mereka, saya mencari pengetahuan mereka. Dalam beberapa kasus orang-orang yang mempunyai banyak uang itu menjadi sahabat baik, tetapi tidak semuanya. Kami juga belajar dari teman-teman kami yang bergumul secara finansial, kami belajar apa yang tidak boleh kami lakukan.
Banyak orang datang ke tempat teman-teman yang kaya, tapi mereka datang untuk mencari satu atau dua hal atau kedua-duanya, yaitu :
1. Pinjaman/hutang.
2. Pekerjaan.
Mereka tidak pernah datang kepada teman yang kaya untuk bertanya bagaimana mereka bisa kaya. Sudahkah Anda memilih teman-teman yang Anda ingin menjadi…?
Temukan seseorang yang telah melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ajaklah mereka makan siang, mintalah nasehat kepada mereka bagaimana cara menjadi sukses.
Tung Desem Waringin
Source : detik.com
Selasa, 02 Juli 2013
Tips Cermat Jadi Trader Saham
Setiap orang yang sudah melakukan investasi di saham biasanya ingin juga
bisa melakukan trading saham secara langsung. Namun, syarat apa saja
yang harus dimiliki oleh seorang investor jika ingin melakukan trading
saham secara langsung (trader)?
Equity Capital Market Retail PT Mandiri Sekuritas Fath Aliansyah Budiman mengatakan, trading saham baru boleh dilakukan jika seseorang punya waktu yang lebih banyak sehingga bisa fokus dan memantau pergerakan saham secara terus menerus.
"Kita baru boleh trading kalau punya waktu banyak, panjang karena trading itu harus selalu dipantau," kata Fath pada acara Financial Clinic “Smart Investment” bersama Aidil Akbar di The Cone, fX Lifestyle X’enter Sudirman Lt. 7, Jakarta pada Rabu (29/5/2013).
Selain harus punya waktu banyak, seorang trader juga harus disiplin. "Jadi nggak bisa kalau nggak disiplin. Jadi harus kontinyu, nggak bisa kadang-kadang," katanya.
Tak hanya itu, seorang trader juga tidak boleh serakah. Artinya, jika target yang diinginkan sudah di depan mata jangan lantas menunggu sesuatu yang lebih besar lagi.
"Misalkan targetnya naik 1%, kemudian begitu sudah naik 1%, dia nunggu naik 1,5%, naik 2% akhirnya turun dan nggak jadi trading. Harusnya begitu sudah capai target langsung ambil," terangnya.
Ada lagi yang penting, ia menyebutkan dalam melakukan trading tidak boleh menggunakan feeling karena trading bukan sesuatu yang bisa diramal.
"Trading nggak boleh pakai feeling. Kalau setiap 5 menit ngecek berarti belum boleh trading. Jadi harus too cool. Saham naik nyantai saham turun nyantai. Nggak boleh ada ikatan emosi. Kalau itu sudah dikuasai baru boleh trading," katanya.
Source : detikfinance.com
Equity Capital Market Retail PT Mandiri Sekuritas Fath Aliansyah Budiman mengatakan, trading saham baru boleh dilakukan jika seseorang punya waktu yang lebih banyak sehingga bisa fokus dan memantau pergerakan saham secara terus menerus.
"Kita baru boleh trading kalau punya waktu banyak, panjang karena trading itu harus selalu dipantau," kata Fath pada acara Financial Clinic “Smart Investment” bersama Aidil Akbar di The Cone, fX Lifestyle X’enter Sudirman Lt. 7, Jakarta pada Rabu (29/5/2013).
Selain harus punya waktu banyak, seorang trader juga harus disiplin. "Jadi nggak bisa kalau nggak disiplin. Jadi harus kontinyu, nggak bisa kadang-kadang," katanya.
Tak hanya itu, seorang trader juga tidak boleh serakah. Artinya, jika target yang diinginkan sudah di depan mata jangan lantas menunggu sesuatu yang lebih besar lagi.
"Misalkan targetnya naik 1%, kemudian begitu sudah naik 1%, dia nunggu naik 1,5%, naik 2% akhirnya turun dan nggak jadi trading. Harusnya begitu sudah capai target langsung ambil," terangnya.
Ada lagi yang penting, ia menyebutkan dalam melakukan trading tidak boleh menggunakan feeling karena trading bukan sesuatu yang bisa diramal.
"Trading nggak boleh pakai feeling. Kalau setiap 5 menit ngecek berarti belum boleh trading. Jadi harus too cool. Saham naik nyantai saham turun nyantai. Nggak boleh ada ikatan emosi. Kalau itu sudah dikuasai baru boleh trading," katanya.
Source : detikfinance.com
Bolehkah Investasi Pakai Utang?
Semua orang ingin berinvestasi. Berinvestasi harus ada modalnya. Nah,
jika tidak punya modal, apakah boleh berinvestasi menggunakan utang?
"Ini suatu hal yang wajar karena banyak yang ingin berinvestasi tapi nggak punya duit. Kalau sudah bertahun-tahun seperti 4 atau 5 tahun itu boleh berutang (untuk investasi)," kata Ketua Asosiasi Perencana Keuangan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia Aidil Akbar pada Financial Clinic “Smart Investment” bersama Aidil Akbar di The Cone, fX Lifestyle X’enter Sudirman Lt. 7, Jakarta pada Rabu (29/5/2013).
"Saya yang mulai dari tahun 1995 dan itu saya bisa menggunakan utang," jelasnya.
Untuk awal, ia menyarankan mulailah dengan uang yang ada. Artinya dimiliki sendiri, tidak menggangu biaya utama dalam hidup, dan tidak berutang. "Saya sudah bilang tadi investasi jangan pakai uang belanja," ujarnya.
"Kalau di awal baru mulai saya sama sekali tidak menyarankan untuk berutang. Nah kalau sudah jalan, kan ada margin dari broker. Itu kan sudah utang. jangan serta merta langsung," sebutnya.
Ia mengatakan, kalau sudah mendapat marjin yang cukup dari hasil investasi sebelumnya, maka tidak menjadi masalah jika ingin berinvestasi berikutnya menggunakan utang.
Source : detikfinance.com
"Ini suatu hal yang wajar karena banyak yang ingin berinvestasi tapi nggak punya duit. Kalau sudah bertahun-tahun seperti 4 atau 5 tahun itu boleh berutang (untuk investasi)," kata Ketua Asosiasi Perencana Keuangan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia Aidil Akbar pada Financial Clinic “Smart Investment” bersama Aidil Akbar di The Cone, fX Lifestyle X’enter Sudirman Lt. 7, Jakarta pada Rabu (29/5/2013).
"Saya yang mulai dari tahun 1995 dan itu saya bisa menggunakan utang," jelasnya.
Untuk awal, ia menyarankan mulailah dengan uang yang ada. Artinya dimiliki sendiri, tidak menggangu biaya utama dalam hidup, dan tidak berutang. "Saya sudah bilang tadi investasi jangan pakai uang belanja," ujarnya.
"Kalau di awal baru mulai saya sama sekali tidak menyarankan untuk berutang. Nah kalau sudah jalan, kan ada margin dari broker. Itu kan sudah utang. jangan serta merta langsung," sebutnya.
Ia mengatakan, kalau sudah mendapat marjin yang cukup dari hasil investasi sebelumnya, maka tidak menjadi masalah jika ingin berinvestasi berikutnya menggunakan utang.
Source : detikfinance.com
Langganan:
Postingan (Atom)